Saat Teduh - 29/8/2026

Bahan: Keluaran 15


Berkat

Bangsa Isreal bersungut-sungut kepada Musa seteleh menyeberangi Laut Teberau. Mereka tidak dapat minum di Mara karena rasanya pahit. Oleh karena itu, Tuhan membuat air tersebut menjadi manis dengan menyuruh Musa melemparkan kayu ke dalamnya.

Lalu Tuhan memberikan ketetapan-ketetapan kepada mereka dan Tuhan menguji bangsa Israel. Peristiwa terbelahnya laut belum membuat Bangsa Israel percaya sepenuhnya kepada Allah. Oleh karena itu, bangsa Israel masih perlu untuk menerima banyak didikan dan ujian supaya mereka dapat sepenuhnya percaya dan berserah kepada Allah.

Dalam hidup kita, Allah selalu mendidik kita supaya kita semakin serupa dan hati kita tertuju kepada-Nya. Hal ini merupakan suatu penghiburan bagi kita karena pada akhirnya kita akan semakin diubahkan dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah.

Kejadian 15:22-27

Di Mara dan di Elim
22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

Read more